#2 Spotlight: Codename Shakespeare‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎

 


Saat itu sudah 2 tahun lama nya saya hiatus dalam kepemilikan Itasha meskipun saya masih membuat karya desain untuk orang lain, dengan kembalinya api antusiasme untuk memiliki sebuah Itasha lagi, saya menggarap motor saya Yamaha Nmax lansiran 2015. Semakin luasnya area untuk disematkan konsep dan karakter, saya pun semakin bingung bagaimana untuk menyematkan sebuah karya khas dari 765 Pitwork ke motor saya ini. Tidak hanya itu, saya pun bingung untuk memakai perpaduan warna apa yang cocok untuk motor saya ini.








Untuk seseorang tokoh bernama Sagisawa Fumika yang ingin saya jadikan Itasha, saya memikirkan sebuah perpaduan warna yang minimalis namun terlihat mewah. Terpikirlah untuk menggunakan warna dominan putih bawaan pabrik dengan kelir emas, dan saya cukup terpukau dengan kombinasi warna yang saya pilih. Tidak sampai disitu, saya mulai berpikir bagaimana dengan gambar karakter yang akan saya sematkan? bagaimana dengan posisinya? desain minimalis ini memakan waktu 2 bulan dalam pembuatan dimana pada bagian penempatan gambar karakter yang paling memakan waktu.




Setelah terpikirkan bagaimana penempatan gambar karakter, saya mulai terpikirkan dengan warna velg. Karena warna velg bawaan pabrik yang berwarna perak, saya berpikir sepertinya akan kurang cocok dengan warna putih dan kelir emas yang ada di motor ini. Tanpa berpikir panjang, tanpa bantuan siapapun saya membongkar bagian kaki-kaki dari motor ini dan membawa nya langsung ke toko jasa cat motor yang ada di dekat rumah saya, saya memilih menjadikan nya warna hitam karena menurut saya itu warna yang universal dan juga pilihan yang paling murah.




Dari semua yang saya lakukan, saya merasa masih ada yang kurang, saya masih berpikir bahwa motor ini masih terlalu standar dan hanya berubah di warna saja. Tapi saya pun berpikir lebih dalam lagi, bagaimana membuat motor ini terlihat berbeda dari motor bawaan pabrik dengan anggaran saya yang pada waktu itu tidak terlalu banyak. Tanpa habis ide, saya memesan sebuah Windshield berukuran besar dan lebih tinggi serta sebuah dudukan pelat nomor kecil yang saya pasangkan di bagian baut Mudguard depan. Ditambah karena spion dari motor besar Ninja 250 saya yang tidak terpakai, lebih baik saya pasangkan ke motor ini. 
Setelah perjuangan yang cukup keras untuk sebuah motor dengan perpaduan warna minimalis nan mewah, akhirnya Itasha yang saya garap selesai tanpa kurang segala sesuatu.



Namun sayangnya umur Itasha saya yang satu ini pun tidak terlalu panjang, 1 tahun setelah selesai di garap, motor ini terpaksa harus dijual. Dalam hati merasa tidak rela, namun juga terpaksa karena keadaan yang tidak mendukung saya untuk memiliki Itasha ini lebih lama lagi.